Minggu, 25 November 2012

Sistem Komunikasi Indonesia

Ilmu Komunikasi adalah bagian dari ilmu sosial. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa sistem komunikasi Indonesia menjadi subsistem dari sistem sosial Indonesia. Karena ada yang mengatakan bahwa sistem politik  itu bagian atau subsistem sosial, maka bisa dikatakan sistem komunikasi bagian dari sitem politik, sistem politik bagian dari sistem sosial.

Itu berarti corak sistem komunikasi dalam masyarakat Indonesia akan sangat ditentukan oleh corak, bentuk dan keragaman masyarakat Indonesia itu sendiri. Misalnya, jika dalam sistem sosial itu dikenal budaya ewuh pekewuh, sungkan, maka sistem komunikasi juga akan mencerminkan budaya seperti itu. Misalnya, ketika proses komunikasi berlangsung, ada perasaan tidak enak untuk mengkritik atasannya sendiri. Ini artinya, proses komunikasi sangat dipengaruhi oleh lingkup sosial yang mempengaruhi seseorang.

Karena sistem komunikasi Indonesia itu cakupannya masih sangat luas, perlu adanya pembagian ke dalam beberapa kelompok besar. Maka, Sistem Komunikasi Indonesia bisa dibagi menjadi beberapa bagian, yang diantaranya:
1. Jika ditinjau dari segi wilayah geografisnya sistem komunikasi bisa dibagi menjadi dua, yakni sistem komunikasi di pedesaan, dan perkotaan. Di Indonesia realitas komunikasi di perkotaan dengan di pedesaan sangat berbeda jauh. Di desa, sistem komunikasi sangat dipengaruhi oleh keberadaan opion leader (pemimpin opini, pemuka pendapat) sebagai pihak penerjemah pesan, interpretator karena kelebihannya dibanding masyarakat kebanyakan, pengaruh seni tradisional dan komunikasi antar personal. Adapun bagi masyarakat kota, sistem komunikasi sangat dipengaruhi oleh keberadaan media massa mengingat ciri masyarakat kota lebih individual dibanding dengan masyarakat desa. Ini juga sejalan dengan tingkat perkembangan pendidikan warga kota yang memugkinkan mereka lebih bergantung pada media massa.
2. Jika ditinjau dari media yang digunakan, ada sistem media cetak (surat kabar, majalah, tabloid), elektronik (televisi, radio), media tradisional seperti wayang purwa, ketoprak, ludruk, atau bentuk folklor antara lain: (1) cerita prosa rakyat (mite, legende, dongeng), (2) ungkapan rakyat (peribahasa, pameo, pepatah), (3) puisi rakyat, (4) nyanyian rakyat, (5) teater rakyat, (6) gerak isyarat, (7) alat pengingat, (8) alat bunyi-bunyian.
3. Jika ditinjau dari pola komunikasinya ada sistem komunikasi dengan diri sendiri (intrapersonal communication system), sistem komunikasi antarpersona (interpersonal communication system), sistem komunikasi kelompok (small group communication system), dan sistem komunikasi massa (mass communication system).

Sumber: Nurudin. Sistem Komunikasi Indonesia. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta: 2004. Hal: 7-8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar