Hubungan legislatif dan hubungan pemerintah perusahaan, asosiasi, dan perserikatan merupakan salah satu kegiatan dalam bidang yang luas dari urusan umum. Yang sama pentingnya adalah keterlibatan bisnis yang meningkat dalam urusan masyarakat seperti aksi sosial dan politik, pendidikan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, bantuan pendidikan, aksi kemanusiaan, partisipasi dalam aktivitas kemasyarakatan, dan pemecahan masalah yang menekan masyarakat. Manajemen bisnis semakin menyadari tanggung jawabnya terhadap tujuan sosial, termasuk tujuan ekonomi, dan fakta bahwa bisnis memainkan peranan dalam penanggulangan penyakit, kelaparan, dan kemiskinan. Bisnis lebih mengarahkan pada sumber dan kemampuannya untuk menanggulangi masalah masyarakat, yang menentukan iklim di mana bisnis harus berfungsi.
Kemampuan menyesuaikan diri menjadi suatu kualitas yang tak dapat dihindarkan. Ini sungguh benar bagi manager bisnis atau industri dan penasihat humas. Dalam dunia bisnis, kematian mendadak sedang menunggu siapa saja yang tidak menyesuaikan diri.
Ada saatnya sebuah perusahaan berhasil dengan mengembangkan produk yang lebih baik atau memberikan pelayanan yang terbaik, asal saja produk atau pelayanan itu diiklankan secara efektif dengan harga yang menarik dan bersaing. Saat ini keadaan seperti itu sudah tiada. Sementara kewajiban utama manager bisnis adalah mengelola bisnis, mengawasinya agar produktif dan menguntungkan.
Adalah mengherankan bahwa kesalahpahaman dan ketidakpercayaan mengenai bisnis timbul di negara di mana komunikasi perusahaan telah sangat umum. Ada sesuatu yang salah, para praktisi humas harus menanggung sebagian cercaan untuk pernyataan yang berlebihan, penekanan yang kelewatan, dan promosi produk yang begitu banyak bercirikan periklanan dan publisitas.
Sumber: H. Frazier Moore, Ph.D, Public Relations: Principles, Cases, and Problem, terj. Lilawati Trimo (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005), hal 633-636.