Selasa, 24 Maret 2015

MOBIL MATIK ITU MUDAH DAN MURAH PERAWATANNYA

Mobil matik itu mudah dan murah perawatannya – Karena banyak orang yang mempunyai anggapan yang salah terhadap perlakukan mobil matic karena sering bikin trauma atau ragu-ragu terutama buat yang baru mau mencoba/merasakan ataupun yang ingin membeli mobil matic ditambah seringnya terjadi kecelakaan mobil terjun bebas dari parkiran yang secara kebetulan bertransmisi matic. Sebaiknya coba anda pahami beberapa kesalahan beberapa orang tentang presepsi mobil matic.
Selanjutnya anda sendiri yang menentukan :
1. Mobil matic tidak bisa didorong saat mogok
Mobil apapun jika sudah mogok/mesin tidak bisa hidup sudah pasti tidak bisa didorong untuk menghidupkan mesin. Jika mobil matic mogok, posisi aman pindah tuas di N, lalu dorong perlahan ke tempat yg lebih aman. Memang benar mobil matic tidak bisa dihidupkan dengan cara mendorong seperti halnya mobil manual, untuk menghidupkan mobil matic sepenuhnya tergantung pada kemampuan dinamo starter dan aki, selama kedua benda ini tidak bermasalah, mobil matic pun bebas masalah.
2. Mobil matic kurang responsif (Kata siapa?)
Jika dipahami secara betul, mobil matic tidak kalah responsifnya dengan manual, karena transmisinya sudah dilengkapi dengan kick down, yang jika ditekan dalam-2 secara auto transmisi akan berpindah ke posisi terendah dan langsung melejit sesuai yang dibutuhkan, lalu kembali normal. Terlebih apabila ingin santai dan irit BBM bisa memanfaatkan OD (Over drive/jika ada). Dalam ajang DragRace sampai NASCAR sekalipun banyak mengakomodir Transmisi matic, tentunya jenis & tipe maticnya berbeda akan tetapi basicnya tetap matic.
3. Perawatan mobil matic yang mahal.
Jika pemakaian secara wajar mobil matic justru lebih murah dan efisien karena plat koplingnya dapat bertahan cukup lama bisa 5 – 10 tahun, oli transmisinyapun untuk penggantian bisa mencapai 20.000 – 40.000 km dan harga perliternya antara Rp.65.000 – 150.000 rb/liter cukup 5-7lt. Harga oli dan jumlah lt yang dibutuhkan tergantung dari tipe mesin / maticnya.
4. Bengkel mobil matic yang susah ditemukan
Sampai detik ini bengkel matic sudah cukup banyak, dan hampir seluruh bengkel besar bisa menangani masalah matic, apapun jenis maticnya.
5. Harga jual lebih rendah dari mobil manual
Itu Dulu…Saat ini seiring perkembangan teknologi, pandangan orang, dan kecerdasan para owners matic, mobil matic justru lebih mahal baik baru maupun bekasnya. Ditambah dengan kondisi jalan yg stop & Go, mobil maticpun banyak dicari orang. Biasanya selisih mobil matic lebih mahal 10 jt untuk mobil baru dan 5 jt – 7 jt untuk yang bekas dibanding manual.
Disamping point diatas, mobil matic juga punya segudang keuntungan lain yang tidak dimiliki oleh mobil manual :
1. Praktis dan tidak capek buat ngatasin jalan krodit and super macet kayak Jakarta atau kota-2 besar yg padat lalu lintasnya.
2. Jika handbreak problem, tidak perlu khawatir saat menghadapi tanjakan securam apapun karena saat tuas di posisi D, mobil tidak akan melorot turun, cukup satu kaki saja di pedal rem.
3. Bisa diaplikasi dengan stater remote. Saat minum kopi or sarapan pagi, mobil bisa sambil dipanasin, tanpa perlu khawatir nabrak tembok or garasi.
4. Sedikit lebih aman dari pencurian, karena transmisi matic dapat bergerak jika sudah berintegrasi dengan stater dan electronic unit yang lain, jadi cukup makan waktu buat sipencuri, biasanya pencuri rada males karena smua pencuri punya standart waktu tercepat buat mengambil jarahannya.
5. Aman dari anak-anak, karena tuas pada posisi P mobil tidak akan bergerak sama sekali, walaupun handbreak tidak aktif. Tuas cukup kuat dari sekedar jangkauan tangan seorang anak, jika kebetulan anak-2 sedang bermain saat mobil dalam keadaan hidup.
6. Mudah dioperasikan, semudah main bom-bom car, meminimalis konsentrasi.
7. Semua negara-2 maju prosentasi pemakaian mobil matic jauh lebih banyak dibanding manual.
Atas dasar pertimbangan ini, mengapa harus ragu or trauma dengan yang namanya Matic????

Tips Merawat Mobil Yang Jarang Dipakai

Tips merawat mobil yang jarang dipakai – Sebagai penggemar mobil klasik dan antik biasanya anda punya mobil lain juga yang anda pakai untuk harian karena anda merasa sayang kalau mobil klasik anda dipakai terus nanti malah rusak dan kesulitan nyari spare part nya. Atau mungkin anda adalah salah satu dari orang yang sangat sibuk, tugas memaksa untuk sering bepergian ke luar kota atau luar negeri dalam jangka waktu lama. Bila anda memiliki mobil pribadi yang jarang anda pakai sebaiknya jangan anda biarkan terbengkalai tanpa perawatan sehingga akan rusak dengan sendirinya.
Berikut tips merawat mobil yang jarang anda pakai agar tetap dalam kondisi yang prima pada saat anda butuhkan:
  1. Cuci mobil dengan bersih sebelum anda tinggalkan dan keringkan (sebaiknya bawa saja ke tukang cuci mobil biar pencuciannya maksimal)
  2. Bebaskan posisi rem tangan (jangan di hand rem)
    Sebab bila hand rem dibiarkan dalam keadaan on, terutama dalam waktu lama, akan terjadi kelengketan antara minyak dengan piringan rem, khususnya bagi kendaraan yang memiliki tromol di roda belakang.
  3. Sebaiknya kunci mobil anda biarkan tergantung di kemudi kendaraan anda. Bila rumah Anda mempunyai pembantu, hal ini akan sangat berguna untuk memanaskan kendaraan setiap hari. Namun jangan tinggalkan kunci mobil bila ternyata Anda tidak mempunyai garasi atau berada di tempat terbuka.
  4. Ganjal wiper dengan busa atau kayu
    Karena bila karet wiper terus bersentuhan dengan kaca mobil, karet wiper perlahan akan mengeras dan tidak lentur lagi. Akibatnya karet tersebut (yang biasa disebut karet mati) akan terasa kasar saat kelak dipergunakan untuk membasuh kaca depan mobil Anda. Simak perawatan karet wiper untuk harian tips perawatan karet wiper.
  5. Usahakan keempat ban dalam kondisi terangkat tidak menempel lantai
    Caranya dongkrak ban mobil anda satu persatu dan ganjal dengan stand-jack atau balok kayu yang kuat. Tujuannya adalah supaya suspensi mobil terjaga dan tidak terbebani oleh berat kendaraan. Sebuah mobil yang tidak pernah digunakan dalam waktu cukup lama biasanya suspensinya akan naik turun, sehingga bila dipergunakan nanti, mobil akan terasa tidak nyaman. Disamping itu untuk ban akan awet bila kondisi tergantung.
  6. Lepaskan aki bila mobil ditinggal lebih dari dua minggu.
    Kenapa? Alasannya adalah karena aki mobil sangat sensitif. Bila kendaraan tidak dinyalakan sama sekali dalam waktu dua minggu atau lebih (terutama bila di rumah yang anda tinggalkan tidak ada pembantu), hal itu akan berpengaruh ke akinya, yang bisa lebih cepat rusak dibandingkan dengan kendaraan yang setiap hari dipakai.
  7. Bila tempat parkir miring, ganjal empat ban anda dengan balok.
    Ini berlaku bagi Anda yang mempunyai garasi dengan permukaan miring. Di tips pertama disebutkan bahwa tidak baik memasukkan posisi rem tangan bila kendaraan ditinggal cukup lama, namun bagaiman bila permukaannya miring? Caranya mudah, cukup ganjal keempat ban dengan balok atau benda keras lainnya supaya mobil tidak berubah posisi. Jaga angin pada ban agar jangan sampai kempis agar ban tidak rusak.
  8. Taruh pengharum mobil, dan tutup mobil dengan cover
    Pengharum berfungsi untuk menetralkan bau apek yang mungkin timbul karena ruang dalam mobil tertutup dalam waktu lama. Selain itu, mobil yang dibiarkan dalam keadaan terbuka juga memudahkan partikel-partikel debu masuk ke dalam mobil melalui celah-celah, suatu hal yang tentunya tidak diinginkan oleh setiap pemilik mobil. Untuk menghindarinya, cukup beli penutup mobil (kerodong) yang biasa dijual di toko-toko aksesoris mobil.
Demikian adalah beberapa poin tips merawat mobil yg jarang dipakai, semoga bermanfaat

Selasa, 15 Januari 2013

Humas dan Tanggung Jawab Sosial

Hubungan legislatif dan hubungan pemerintah perusahaan, asosiasi, dan perserikatan merupakan salah satu kegiatan dalam bidang yang luas dari urusan umum. Yang sama pentingnya adalah keterlibatan bisnis yang meningkat dalam urusan masyarakat seperti aksi sosial dan politik, pendidikan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, bantuan pendidikan, aksi kemanusiaan, partisipasi dalam aktivitas kemasyarakatan, dan pemecahan masalah yang menekan masyarakat. Manajemen bisnis semakin menyadari tanggung jawabnya terhadap tujuan sosial, termasuk tujuan ekonomi, dan fakta bahwa bisnis memainkan peranan dalam penanggulangan penyakit, kelaparan, dan kemiskinan. Bisnis lebih mengarahkan pada sumber dan kemampuannya untuk menanggulangi masalah masyarakat, yang menentukan iklim di mana bisnis harus berfungsi.

Kemampuan menyesuaikan diri menjadi suatu kualitas yang tak dapat dihindarkan. Ini sungguh benar bagi manager bisnis atau industri dan penasihat humas. Dalam dunia bisnis, kematian mendadak sedang menunggu siapa saja yang tidak menyesuaikan diri.

Ada saatnya sebuah perusahaan berhasil dengan mengembangkan produk yang lebih baik atau memberikan pelayanan yang terbaik, asal saja produk atau pelayanan itu diiklankan secara efektif dengan harga yang menarik dan bersaing. Saat ini keadaan seperti itu sudah tiada. Sementara kewajiban utama manager bisnis adalah mengelola bisnis, mengawasinya agar produktif dan menguntungkan.

Adalah mengherankan  bahwa kesalahpahaman dan ketidakpercayaan mengenai bisnis timbul di negara di mana komunikasi perusahaan telah sangat umum. Ada sesuatu yang salah, para praktisi humas harus menanggung sebagian cercaan untuk pernyataan yang berlebihan, penekanan yang kelewatan, dan promosi produk yang begitu banyak bercirikan periklanan dan publisitas.

Sumber: H. Frazier Moore, Ph.D, Public Relations: Principles, Cases, and Problem, terj. Lilawati Trimo (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005), hal 633-636.

Minggu, 25 November 2012

Sistem Komunikasi Indonesia

Ilmu Komunikasi adalah bagian dari ilmu sosial. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa sistem komunikasi Indonesia menjadi subsistem dari sistem sosial Indonesia. Karena ada yang mengatakan bahwa sistem politik  itu bagian atau subsistem sosial, maka bisa dikatakan sistem komunikasi bagian dari sitem politik, sistem politik bagian dari sistem sosial.

Itu berarti corak sistem komunikasi dalam masyarakat Indonesia akan sangat ditentukan oleh corak, bentuk dan keragaman masyarakat Indonesia itu sendiri. Misalnya, jika dalam sistem sosial itu dikenal budaya ewuh pekewuh, sungkan, maka sistem komunikasi juga akan mencerminkan budaya seperti itu. Misalnya, ketika proses komunikasi berlangsung, ada perasaan tidak enak untuk mengkritik atasannya sendiri. Ini artinya, proses komunikasi sangat dipengaruhi oleh lingkup sosial yang mempengaruhi seseorang.

Karena sistem komunikasi Indonesia itu cakupannya masih sangat luas, perlu adanya pembagian ke dalam beberapa kelompok besar. Maka, Sistem Komunikasi Indonesia bisa dibagi menjadi beberapa bagian, yang diantaranya:
1. Jika ditinjau dari segi wilayah geografisnya sistem komunikasi bisa dibagi menjadi dua, yakni sistem komunikasi di pedesaan, dan perkotaan. Di Indonesia realitas komunikasi di perkotaan dengan di pedesaan sangat berbeda jauh. Di desa, sistem komunikasi sangat dipengaruhi oleh keberadaan opion leader (pemimpin opini, pemuka pendapat) sebagai pihak penerjemah pesan, interpretator karena kelebihannya dibanding masyarakat kebanyakan, pengaruh seni tradisional dan komunikasi antar personal. Adapun bagi masyarakat kota, sistem komunikasi sangat dipengaruhi oleh keberadaan media massa mengingat ciri masyarakat kota lebih individual dibanding dengan masyarakat desa. Ini juga sejalan dengan tingkat perkembangan pendidikan warga kota yang memugkinkan mereka lebih bergantung pada media massa.
2. Jika ditinjau dari media yang digunakan, ada sistem media cetak (surat kabar, majalah, tabloid), elektronik (televisi, radio), media tradisional seperti wayang purwa, ketoprak, ludruk, atau bentuk folklor antara lain: (1) cerita prosa rakyat (mite, legende, dongeng), (2) ungkapan rakyat (peribahasa, pameo, pepatah), (3) puisi rakyat, (4) nyanyian rakyat, (5) teater rakyat, (6) gerak isyarat, (7) alat pengingat, (8) alat bunyi-bunyian.
3. Jika ditinjau dari pola komunikasinya ada sistem komunikasi dengan diri sendiri (intrapersonal communication system), sistem komunikasi antarpersona (interpersonal communication system), sistem komunikasi kelompok (small group communication system), dan sistem komunikasi massa (mass communication system).

Sumber: Nurudin. Sistem Komunikasi Indonesia. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta: 2004. Hal: 7-8

Komunikasi Dalam Sistem

Sebelum membahas tentang SKI (Sistem Komunikasi Indonesia) ada baiknya mengetahui terlebih dahulu tentang definisi, ciri, dan tujuan sistem itu sendiri. sistem berasal dari bahasa Yunani systema, yang berarti  suatu keseluruhan yang tersusun dari sekian banyak bagian (Shrode dan Voich, 1974) dan hubungan yang berlangsung di antara satuan-satuan atau komponen secara teratur (Awad, 1979).

Banyak definisi tentang sistem. Tatang M. Amirin (1996) pernah meringkas berbagai macam definisi tersebut dalam sebuah definisi, yakni sekumpulan unsur yang melakukan kegiatan atau menyusun skema atau tata cara melakukan suatu kegiatan pemrosesan untuk mencapai sesuatu atau beberapa tujuan dan hal ini dilakukan dengan cara mengolah data dan/atau energi dan/barang (benda) di dalam jangka waktu tertentu guna menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang (benda).

Dengan demikian, sistem komunikasi bisa didefinisikan sebagai berikut; "Sekelompok orang, pedoman dan media yang melakuakn suatu kegiatan mengolah, menyimpan, menuangkan ide, gagasan, simbol, lambang menjadi pesan dalam membuat keputusan untuk mencapai satu kesepakatan dan saling pengertian antara satu sama lain dengan mengolah pesan itu menjadi sumber informasi."

Jika definisi itu dijadikan alat untuk mengamati dunia surat kabar misalnya bisa diartikan begini, "Sekumpulan orang, alat, mesin, fasilitas yang bekerja mengolah suatu berita/informasi lain dengan mengolahnya menjadi lembaran-lembaran tulisan guna memproduksi informasi yang telah direncanakan atau ditetapkan pada saat para langganan memerlukannya."

Dengan demikian, jika diringkas dalam sebuah definisi sistem komunikasi paling tidak selalu ada:
1. Sekumpulan unsur (wartawan, karyawan, komputer, mesin, barang, buku, kertas, dan fasilitas lainnya)
2. Tujuan sistem (menyebarkan informasi pada khalayak, membentuk image positive dalam humas, persuasi)
3. Wujud hasil kegiatan atau proses sistem selama jangka waktu tertentu (media cetak, penerbitan interen, press release)
4, Pengolahan data dan/atau energi dan/atau bahan (bahan berita, apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana diolah menjadi berita straight news atau depth news, kolom, tajuk rencana, artikel, fact finding, dan lain-lain)

Dengan demikian, melihat definisi dan contoh di atas, sesuatu disebut sistem apabila memiliki ciri-ciri paling tidak sebagai berikut:
1. Adanya interdependensi, artinya komponen-komponen itu saling berkaitan, berinteraksi dan berinterdependensi secara keseluruhan. Tidak bekerjanya suatu unsur akan mempengaruhi kinerja unsur-unsur yang lain.
2. Keluaran (output) daropadanya sesuai dan konsisten dengan tujuan yang sudah direncanakan. Kalau sebuah media bertujuan utamanya adalah menyebarkan informasi yang benar, objektif, dan berguna bagi masyarakat, tentu tidak dibenarkan seandainya informasi tersebut justru "memperkeruh" kondisi masyarakat dan sangat subjektif.
3. Eksistensi kesatuan (totalitas) itu dipengaruhi oleh komponen-komponennya, sebaliknya eksistensi masing-masing komponen itu dipengaruhi oleh kesatuannya. Kesatuan yang disebut pers itu sangat dipengaruhi oleh (merupakan totalitas) komponen wartawan, surat kabar, karyawan, komputer, mesin, dan lain-lain. Begitu juga sebaliknya wartawan, karyawan dipengaruhi pula oleh komponen totalitas yang disebut surat kabar. Artinya masing-masing komponen itu merupakan suatu kesatuan.
4. Sebagai suatu kesatuan yang mempunyai masukan (input) dan keluaran (output) atau tujuan tertentu.

Sumber: Nurudin. Sistem Komunikasi Indonesia. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta: 2004