Minggu, 25 November 2012

Komunikasi Dalam Sistem

Sebelum membahas tentang SKI (Sistem Komunikasi Indonesia) ada baiknya mengetahui terlebih dahulu tentang definisi, ciri, dan tujuan sistem itu sendiri. sistem berasal dari bahasa Yunani systema, yang berarti  suatu keseluruhan yang tersusun dari sekian banyak bagian (Shrode dan Voich, 1974) dan hubungan yang berlangsung di antara satuan-satuan atau komponen secara teratur (Awad, 1979).

Banyak definisi tentang sistem. Tatang M. Amirin (1996) pernah meringkas berbagai macam definisi tersebut dalam sebuah definisi, yakni sekumpulan unsur yang melakukan kegiatan atau menyusun skema atau tata cara melakukan suatu kegiatan pemrosesan untuk mencapai sesuatu atau beberapa tujuan dan hal ini dilakukan dengan cara mengolah data dan/atau energi dan/barang (benda) di dalam jangka waktu tertentu guna menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang (benda).

Dengan demikian, sistem komunikasi bisa didefinisikan sebagai berikut; "Sekelompok orang, pedoman dan media yang melakuakn suatu kegiatan mengolah, menyimpan, menuangkan ide, gagasan, simbol, lambang menjadi pesan dalam membuat keputusan untuk mencapai satu kesepakatan dan saling pengertian antara satu sama lain dengan mengolah pesan itu menjadi sumber informasi."

Jika definisi itu dijadikan alat untuk mengamati dunia surat kabar misalnya bisa diartikan begini, "Sekumpulan orang, alat, mesin, fasilitas yang bekerja mengolah suatu berita/informasi lain dengan mengolahnya menjadi lembaran-lembaran tulisan guna memproduksi informasi yang telah direncanakan atau ditetapkan pada saat para langganan memerlukannya."

Dengan demikian, jika diringkas dalam sebuah definisi sistem komunikasi paling tidak selalu ada:
1. Sekumpulan unsur (wartawan, karyawan, komputer, mesin, barang, buku, kertas, dan fasilitas lainnya)
2. Tujuan sistem (menyebarkan informasi pada khalayak, membentuk image positive dalam humas, persuasi)
3. Wujud hasil kegiatan atau proses sistem selama jangka waktu tertentu (media cetak, penerbitan interen, press release)
4, Pengolahan data dan/atau energi dan/atau bahan (bahan berita, apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana diolah menjadi berita straight news atau depth news, kolom, tajuk rencana, artikel, fact finding, dan lain-lain)

Dengan demikian, melihat definisi dan contoh di atas, sesuatu disebut sistem apabila memiliki ciri-ciri paling tidak sebagai berikut:
1. Adanya interdependensi, artinya komponen-komponen itu saling berkaitan, berinteraksi dan berinterdependensi secara keseluruhan. Tidak bekerjanya suatu unsur akan mempengaruhi kinerja unsur-unsur yang lain.
2. Keluaran (output) daropadanya sesuai dan konsisten dengan tujuan yang sudah direncanakan. Kalau sebuah media bertujuan utamanya adalah menyebarkan informasi yang benar, objektif, dan berguna bagi masyarakat, tentu tidak dibenarkan seandainya informasi tersebut justru "memperkeruh" kondisi masyarakat dan sangat subjektif.
3. Eksistensi kesatuan (totalitas) itu dipengaruhi oleh komponen-komponennya, sebaliknya eksistensi masing-masing komponen itu dipengaruhi oleh kesatuannya. Kesatuan yang disebut pers itu sangat dipengaruhi oleh (merupakan totalitas) komponen wartawan, surat kabar, karyawan, komputer, mesin, dan lain-lain. Begitu juga sebaliknya wartawan, karyawan dipengaruhi pula oleh komponen totalitas yang disebut surat kabar. Artinya masing-masing komponen itu merupakan suatu kesatuan.
4. Sebagai suatu kesatuan yang mempunyai masukan (input) dan keluaran (output) atau tujuan tertentu.

Sumber: Nurudin. Sistem Komunikasi Indonesia. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta: 2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar